Destinasi Favorit Wisata Melaka yang Wajib Dikunjungi
Melaka merupakan salah satu kota wisata paling menarik di Malaysia yang menawarkan perpaduan sejarah, budaya, dan hiburan modern dalam satu kawasan. Tidak heran jika wisata Melaka selalu ramai menjadi incaran wisatawan Asia Tenggara, termasuk dari Indonesia. Bahkan, banyak wisatawan yang mengikuti paket wisata Malaysia untuk
Setiap sudutnya menyimpan cerita masa lalu yang masih terasa hingga saat ini, mulai dari bangunan peninggalan kolonial hingga kawasan budaya yang terus hidup. Kota ini juga relatif mudah diakses dan ramah bagi pejalan kaki, sehingga pengunjung dapat berpindah dari satu destinasi ke destinasi lain tanpa perlu perjalanan panjang.
Daya tarik utama Melaka terletak pada keberagaman destinasinya. Wisatawan tidak hanya datang untuk melihat bangunan bersejarah saja, tetapi juga untuk merasakan langsung kehidupan lokal, tradisi yang masih dijaga, serta suasana kota yang hangat dan bersahabat.
Ragam destinasi Ikonik yang Wajib Dikunjungi di Melaka
Rangkaian destinasi wisata Melaka berikut mencerminkan wajah Melaka sebagai kota wisata yang kaya pengalaman dan layak dijelajahi secara menyeluruh:
Red Square (Dutch Square), Ikon Pusat Kota
Red Square atau Dutch Square adalah jantung kota Melaka yang paling mudah dikenali. Kawasan ini dipenuhi bangunan berwarna merah bata peninggalan Belanda yang masih terawat dengan baik. Begitu tiba di sini, suasana kolonial langsung terasa kuat dan menjadi latar foto favorit wisatawan.

Foto Oleh: Google Maps Peter
Di area ini, pengunjung bisa berjalan santai, menikmati suasana kota tua, hingga naik becak hias yang menjadi ciri khas Melaka. Red Square juga menjadi titik awal ideal untuk menjelajahi berbagai destinasi sejarah di sekitarnya.
Christ Church Melaka dan Stadthuys
Masih berada di Red Square, Christ Church Melaka merupakan gereja bersejarah berwarna merah muda yang dibangun pada abad ke-18. Gereja ini tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah, tetapi juga simbol toleransi dan sejarah panjang kota Melaka.

Foto Oleh: Google Maps Donboy
Tepat di seberangnya berdiri Stadthuys, bangunan merah tua yang dahulu menjadi pusat pemerintahan Belanda. Kini, Stadthuys difungsikan sebagai museum yang menyimpan berbagai koleksi sejarah Melaka.
Bagi wisatawan yang ingin memahami latar belakang budaya kota ini, kunjungan ke dua bangunan ini sangat direkomendasikan saat menjelajah wisata Melaka.
Jonker Street, Surga Kuliner dan Souvenir
Jonker Street adalah kawasan yang selalu ramai dan hidup, terutama pada malam hari. Jalan ini terkenal sebagai pusat kuliner, souvenir, dan kerajinan khas Melaka. Saat malam minggu, pasar malam digelar dengan berbagai pilihan makanan lokal seperti chicken rice ball, dessert khas Peranakan, hingga jajanan modern.

Foto Oleh: Google Maps Viet
Selain kuliner, Jonker Street juga menjadi tempat ideal untuk berburu oleh-oleh. Suasana jalan yang semarak, musik jalanan, dan lampu-lampu toko menciptakan pengalaman berjalan kaki yang menyenangkan dan tidak membosankan.
Melaka River Cruise, Menikmati Kota dari Sudut Berbeda
Jika ingin menikmati sisi lain Melaka, Melaka River Cruise adalah pilihan tepat. Menyusuri sungai yang membelah kota ini memberikan sudut pandang berbeda terhadap bangunan tua, mural artistik, dan kehidupan lokal di sepanjang bantaran sungai.

Foto Oleh: Google Maps Ary
Pada malam hari, suasana menjadi lebih romantis dengan pencahayaan lampu kota yang memantul di air. Pengalaman ini sering dianggap sebagai salah satu momen paling berkesan saat berkunjung ke wisata Melaka, terutama bagi pasangan atau wisatawan yang ingin bersantai setelah seharian berjalan kaki.
Benteng A Famosa dan St. Paul’s Hill
Benteng A Famosa merupakan peninggalan Portugis yang menjadi saksi awal kedatangan bangsa Eropa di Melaka. Meski kini hanya tersisa gerbangnya, nilai sejarah tempat ini sangat tinggi dan selalu menarik perhatian wisatawan.

Foto Oleh: Google Maps Kaiser
Dari area ini, perjalanan bisa dilanjutkan ke St. Paul’s Hill. Mendaki sedikit ke atas bukit, pengunjung akan disuguhi pemandangan kota Melaka dari ketinggian. Reruntuhan Gereja St. Paul juga menambah kesan historis yang kuat dan cocok bagi wisatawan yang menyukai wisata budaya dan sejarah.
Masjid Selat Melaka, Ikon Religi di Tepi Laut
Masjid Selat Melaka atau Floating Mosque adalah salah satu masjid paling indah di Malaysia. Dibangun di atas laut, masjid ini terlihat seolah terapung saat air pasang. Arsitekturnya memadukan unsur Timur Tengah dan Melayu modern.

Foto Oleh: Google Maps Nic
Waktu terbaik berkunjung adalah menjelang senja, ketika langit berubah warna dan menciptakan pemandangan yang sangat fotogenik. Tempat ini juga menunjukkan sisi religius dan modern dari wisata Melaka, yang tidak hanya berkutat pada bangunan kolonial.
Simak berbagai pilihan Open Trip Malaysia DI SINI.
Museum Maritim Flor de La Mar
Museum Maritim Flor de La Mar berbentuk replika kapal dagang Portugis yang pernah tenggelam di perairan Melaka. Di dalamnya, pengunjung dapat melihat koleksi artefak, peta pelayaran, dan informasi tentang kejayaan maritim Melaka di masa lalu.

Foto Oleh: Google Maps medisata.com
Museum ini cocok bagi wisatawan yang ingin memahami peran Melaka sebagai jalur perdagangan penting dunia. Lokasinya yang strategis juga memudahkan wisatawan untuk menggabungkannya dengan destinasi lain di pusat kota.
Baba & Nyonya Heritage Museum
Bagi yang tertarik dengan budaya unik, Baba & Nyonya Heritage Museum adalah destinasi wajib. Museum ini menampilkan kehidupan masyarakat Peranakan, hasil perpaduan budaya Tionghoa dan Melayu yang khas.

Foto Oleh: Google Maps Acadia
Interior rumah, perabotan, hingga cerita keluarga disajikan secara detail dan autentik. Kunjungan ke museum ini memberikan pemahaman mendalam tentang identitas budaya Melaka yang tidak bisa ditemukan di kota lain.
Little India dan kawasan Red Square/Dutch Square
Little India menawarkan suasana berbeda dengan aroma rempah, musik India, dan deretan toko kain serta restoran khas. Kawasan ini cocok untuk wisatawan yang ingin merasakan keragaman budaya Melaka dalam satu perjalanan.

Foto Oleh: Google Maps Krish
Sementara itu, Red Square/Dutch Square dikenal sebagai kawasan kafe unik dan spot nongkrong anak muda. Perpaduan antara bangunan lama dan konsep modern menjadikannya tempat menarik untuk beristirahat sejenak sebelum melanjutkan eksplorasi.
Melaka adalah kota yang mampu memadukan sejarah, budaya, kuliner, dan wisata modern dalam satu destinasi yang ramah wisatawan. Dengan berbagai destinasi favorit yang ditawarkan, perjalanan ke wisata Melaka akan menjadi pengalaman yang tidak hanya menyenangkan, tetapi juga penuh makna. Untuk mendapatkan pengalaman secara lebih maksimal, Anda juga dapat mengikuti open trip Malaysia 5h4m.
Frequently Asked Questions
Kapan waktu terbaik untuk berkunjung ke Melaka?
Bulan April hingga Oktober merupakan waktu terbaik bagi yang ingin mengunjungi Melaka karena cuacanya relatif cerah dan cocok untuk berjalan kaki menjelajahi kota.
Berapa lama waktu ideal untuk menjelajahi Melaka?
Waktu ideal untuk menikmati Melaka adalah 2–3 hari. Dalam durasi tersebut, wisatawan sudah bisa mengunjungi destinasi utama, menikmati kuliner lokal, serta merasakan suasana kota tanpa terburu-buru.
Apakah transportasi di Melaka mudah digunakan wisatawan?
Transportasi di Melaka tergolong mudah. Selain taksi dan transportasi online, banyak area wisata yang bisa dijelajahi dengan berjalan kaki atau menggunakan becak wisata di pusat kota.
Apa yang membuat Melaka berbeda dari kota wisata lain di Malaysia?
Keunikan Melaka terletak pada perpaduan sejarah panjang, budaya multi etnis, dan suasana kota yang tenang. Dalam satu perjalanan, wisatawan bisa mendapatkan pengalaman yang lengkap tanpa harus berpindah kota.






































